
Merak, (ProBanten) – Jasa Raharja kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam ekosistem transportasi penyeberangan nasional dengan menghadiri Rapat Koordinasi Finalisasi Kesiapan Go Live Sterilisasi Pelabuhan Merak yang diselenggarakan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak di Ruang Rapat VIP Kantor Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Jumat, 17 Juli 2026.
Jasa Raharja Kanwil Banten diwakili oleh Roy Chandra Adrianto selaku Petugas Jasa Raharja Samsat Cilegon.
Pelabuhan Merak merupakan salah satu pintu gerbang penyeberangan paling strategis di Indonesia, menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera melalui lintas penyeberangan Merak–Bakauheni.
Sebagai jalur yang dilintasi jutaan penumpang setiap tahunnya, Pelabuhan Merak menjadi salah satu titik krusial yang memerlukan pengelolaan keselamatan dan ketertiban secara terpadu dan berkelanjutan. Jasa Raharja Kanwil Banten selama ini telah aktif berperan dalam ekosistem transportasi di kawasan pelabuhan ini, mulai dari penjaminan perlindungan penumpang melalui pengecekan IWKL (Iuran Wajib Kapal Laut) untuk memastikan operator telah memenuhi kewajibannya sehingga setiap penumpang yang naik kapal secara resmi otomatis terlindungi oleh Jasa Raharja sesuai amanat UU No. 33 Tahun 1964, penyediaan ambulans yang standby di kawasan pelabuhan, hingga percepatan proses penjaminan bagi korban kecelakaan penumpang kapal yang terdaftar pada manifest.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya Kepala KSOP Kelas I Banten, Kepala BPTD Kelas II Banten, Kepala KSKP Merak, Kapolsek Pulomerak, perwakilan DPC Gapasdap Merak dan Bakauheni, DPC INFA & Port Merak, para pimpinan perusahaan pelayaran, Jasa Pengurus Transportasi (JPT), Yayasan Asongan Pelabuhan Merak, serta jajaran keamanan dan operasional ASDP Cabang Merak.
Forum koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan atribut persyaratan masuk ke dalam areal pelabuhan sekaligus membentuk Tim Pengawasan Bersama yang melibatkan sinergi antara regulator, pihak berwenang, operator pelabuhan, operator kapal, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pembentukan tim pengawasan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan terlaksananya sterilisasi pelabuhan secara konsisten dan berkelanjutan di Pelabuhan Merak.
Program Sterilisasi Pelabuhan Merak merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kawasan pelabuhan penyeberangan yang tertib, aman, dan profesional, berlandaskan sejumlah regulasi nasional di antaranya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91
Tahun 2021 tentang Zonasi di Kawasan Pelabuhan yang Digunakan untuk Melayani Angkutan Penyeberangan, serta Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP-DRJD 8115 Tahun 2023 tentang Objek Vital Transportasi Bidang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Keikutsertaan Jasa Raharja dalam program sterilisasi ini sejalan dengan peran aktif yang selama ini telah dijalankan di Pelabuhan Merak, termasuk dalam momen-momen krusial seperti arus mudik dan balik Idulfitri, di mana Jasa Raharja hadir langsung memantau kesiapan pelayanan, mengantisipasi
lonjakan penumpang, dan memastikan perlindungan bagi setiap pengguna jasa penyeberangan.
Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Banten, Benyamin Bob Panjaitan, menyampaikan bahwa keterlibatan Jasa Raharja dalam forum koordinasi lintas instansi di Pelabuhan Merak merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung keselamatan transportasi penyeberangan secara menyeluruh.
“Pelabuhan Merak adalah salah satu pintu gerbang utama transportasi penyeberangan Indonesia yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. Jasa Raharja tidak hanya hadir dalam memberikan perlindungan dasar bagi penumpang, tetapi juga aktif bersinergi dalam setiap upaya preventif yang bertujuan menciptakan ekosistem transportasi yang aman, tertib, dan terpercaya.
Sterilisasi Pelabuhan Merak adalah langkah nyata yang kami dukung penuh, karena keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,” ujar Benyamin Bob Panjaitan.
Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, Jasa Raharja Kanwil Banten menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas instansi di kawasan Pelabuhan Merak, baik dalam aspek perlindungan penumpang, penguatan sistem tanggap darurat, maupun dukungan terhadap program-program peningkatan ketertiban dan keselamatan transportasi penyeberangan demi terwujudnya pelayanan yang profesional, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat pengguna jasa penyeberangan Merak–Bakauheni. (Rid)