Penguatan Koordinasi Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Banten bersama Korlantas Polri untuk Lebaran 2026

Serang, (ProBanten) – Dalam rangka memperkuat kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026, telah dilaksanakan Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten.

Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan, kelancaran, serta kenyamanan masyarakat selama periode Lebaran.

Rapat dihadiri oleh Polda Banten beserta jajaran Polres wilayah Banten, PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), BPTD Kelas II, PT ASDP Indonesia Ferry, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta Dinas Kesehatan. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan terintegrasi.

Forum ini difokuskan pada persiapan pengamanan periode Lebaran 2026. Para stakeholder memaparkan kondisi terkini di lapangan sekaligus memberikan berbagai insight serta masukan strategis terhadap permasalahan yang masih dihadapi.

Salah satu tantangan utama yang menjadi perhatian adalah banyaknya ruas jalan berlubang dan bergelombang. Kondisi cuaca yang cukup ekstrem turut menjadi faktor penghambat dalam percepatan perbaikan infrastruktur.

Oleh karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat menuntaskan pekerjaan perbaikan paling lambat H-10 sebelum Lebaran agar jalur mudik berada dalam kondisi optimal.

Selain itu, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas menjadi fokus bersama. Langkah preventif melalui peningkatan pengawasan, edukasi keselamatan, serta sinergi antarinstansi diharapkan mampu meminimalisir risiko kecelakaan selama periode pengamanan Lebaran.

Pembahasan juga mencakup strategi rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan, baik di jalur arteri maupun kawasan pelabuhan seperti Merak, Bojonegara (BBJ), dan Ciwandan. Pengaturan pergerakan angkutan barang serta kendaraan pribadi akan dilakukan secara terukur agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.

Perhatian khusus turut diberikan pada tingginya mobilitas kendaraan roda dua (R2). Sebagai langkah mitigasi risiko kelelahan pengendara, akan disediakan pos-pos pelayanan terpadu yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan perjalanan sekaligus memberikan rasa aman bagi para pemudik.

Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Kanwil Banten, Baskara, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi periode Lebaran yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat.

“Sinergi antar stakeholder menjadi kunci utama dalam menciptakan perjalanan yang aman dan selamat bagi masyarakat. Kami berharap setiap potensi risiko dapat diantisipasi lebih dini, sehingga upaya pencegahan kecelakaan dapat berjalan optimal dan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas
dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Melalui rapat FLLAJ ini, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin solid antarinstansi, sehingga penyelenggaraan transportasi pada periode Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *